Gampong Geudham berkembang sebagai pemukiman berbasis pertanian di dataran rendah Manyak Payed. Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, masyarakat setempat turut berjuang dalam mempertahankan wilayahnya. Setelah kemerdekaan Indonesia, desa ini terus berkembang dengan modernisasi infrastruktur, ekonomi, dan pendidikan, namun tetap menjaga adat istiadat dan budaya Aceh.